4 Cara Membuat SOP Yang Baik Untuk Karyawan


Setiap perusahaan tentu sangat membutuhkan sebuah pedoman agar setiap pekerjaan yang dilakukanberjalan secara sistematis dan efektif. Prosedur tersebut harus ditaati oleh setiap karyawan terkait, sehingga setiap pekerjaan dapat dilesesaikan dengan maksimal mungkin. SOP adalah pedoman yang mampu untuk mengatur agar karyawan tidak bekerja di luar sistem yang ada. Berikut cara membuat SOP yang sesuai untuk karyawan. 

Cara yang dilakukan untuk membuat SOP 

1. Segera Membuat Susunan Kerja
Hal pertama yang harus dilakukan untuk membuat SOP yaitu membuat sebuah pondasi utama, dimana pondasi ini akan mempengaruhi kualitas SOP di kemudian hari. Peencanaan yang tepat, membuat kinerja seluruh pegawai dapat dilakukan lebih efisien. Sebelum membuat susunan kerja ini, ada baiknya perusahan membuat unit baru yang bertugas sebagai perwakilan setiap divisi yang ada pada perusahaan.

Tim yang telah terbentuk ini, merupakan anggota pilihan yang dirasa mampu sebagai perwakilan setiap divisinya. Para anggota ini, dianggap yang paling mengerti dalam setiap tugas yang ada pada setiap dividi. Oleh karena itu, ada baiknya anggota SOP adalah  tim yang dapat menyalurkan apa yang dibutuhkan oleh para karyawannya. Perusahaan yang mengalami kesulitan dalam membuat SOP, dapat meminta bantuan jasa konsultan SOP. 

2. Merencanakan Alur Proses SOP
Hal kedua yang perlu dilakukan oleh perusahaan untuk membuat SOP dengan merencanakan setiap alur proses yang terjadi di perusahaan. Maksud dari perencanaan ini adalah perusahaan perlu membahas segala hal yang memiliki kaitan dalam menentukan SOP, membuat sebuah template, hingga bagaimana nantinya SOP tersebut dapat diakses. Pada tahap ini, perusahaan akan mengumpulkan data pada seriap divisi agar menghasilkan pedoman yang baik. 

3. Melakukan Wawancara Kepada Karyawan
SOP adalah tahahpan yang dirancang khusus untuk melakukan wawancara kepada setiap karyawaannya. Hal ini memiliki fungsi untuk mengetahui setiap aktivitas harian yang dilakukan oleh para karyawan dalam pekerjaannya, serta mengetahui bagaimana para karyawan tersebut dalam mengerjakan tugasnya. Ketika perusahaan melakukan ini, maka anda akan mengetahui apapun yang perlu atau harus dipaparkan dalam sebuah SOP.

Melalui tahap wawancara ini, perusahaan diharapkan dapat membuat pedoman yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. dimana peraturan tersebut, dapat disesuaikan dengan budaya yang diterapkan oleh perusahaan, karakter serta sifat setiap karyawannya. Sehingga para karyawan diharapkan dapat menyesuaikan peraturan  yang akan dibuat ini.

4. lakukan sosialisasi untuk pelatihan
Setelah wawancara selesai dilakukan, sebaiknya segera susun SOP dengan pihak pihak terkait. Hal ini memilki tujuan untuk mengetahui adanya celah atau adanya ketidaksesuaian pada peraturan yang ada pada SOP. Jika SOP yang dibuat dirasa sudah tepat, maka pedoman ini sudah bisa disosialisasikan kepada seluruh karyawan dan kepada pihak pihak terkait. Setelah itu, tim yang dibuat ini akan meminta pihak pihak terkait untuk menyetujui rancangan Sop yang sudah dibuat.

SOP yang telah ditulis, disetujui, dan disosialisasikan, maka dapat berlanjut pada tahap pelatihan. Tahap  utama apa itu SOP adalah peraturan yang telah disusun dan diharapkan, sesuai dengan apa yang telah disepakati oleh perusahaan dan karyawan. Untuk pelatihannya sendiri, perusahaan memiliki jangka waktu yang berbeda beda, hal ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. 

Perusahaan memerlukan standar yang digunakan sebagai patokan untuk menghasilkan  pekerjaan yang sesuai dengan tata kerja, sistem kerja, hingga prosedur yang ada pada perusahaan. SOP juga dapat dijadikan sebagai acuan untuk menilai kinerja setiap karyawannya. Adanya SOP pada setiap perusahan, diharapkan dapat dipatuhi oleh para karyawan agar menghasilkan produk yang berkualitas.

Posting Komentar

0 Komentar